Semantik Kalimah Allah

  Semantik Kalimah Allah* Kita mendekati pembahasan kata “Allâh“ dari sudut bahasa. Kata “Allah” berasal dari dua kata: al, dan ilah, Al adalah kata sandang (band, bahasa Inggeris; the), dan ilah bererti: yang kuat, dewa. Dalam bahasa-bahasa Semit,kata ini menunjuk pada kuasa yang ada di luar jankauan manusia, yaitu pada dewa. Sudah di masa pra-Islam, … Continue reading “Semantik Kalimah Allah”

 

Semantik Kalimah Allah*

Kita mendekati pembahasan kata “Allâh“ dari sudut bahasa. Kata “Allah” berasal dari dua kata: al, dan ilah, Al adalah kata sandang (band, bahasa Inggeris; the), dan ilah bererti: yang kuat, dewa. Dalam bahasa-bahasa Semit,kata ini menunjuk pada kuasa yang ada di luar jankauan manusia, yaitu pada dewa. Sudah di masa pra-Islam, al-ilah disambung menjadi Allah. Dan dalam agama orang-orang Arab pra-Islam, kata ini digunakan untuk menunjuk pada dewa yang paling tinggi di antara dewa-dewa yang lain yang masing-masing mempunyai namanya sendiri. Namun kata Allah itu sendiri bukan nama, seperti di atas diterangkan. Dengan demikian, kata Allah sudah ada dalam zaman jahiliyya. Ia bukan ciptaan orang Islam ia juga tidak baru muncul dalam Al-qur’an Alkarim, melainkan ia merupakan kata biasa dalam bahasa Arab lepas dari ikatan dengan salah satu agama tertentu. Continue reading “Semantik Kalimah Allah”

Collated Resources: Christians from pre-Islam Arab Christians to Bumiputera Christians have the Right to Use Allah

Christians have offered well-documented evidence and cogent arguments to refute the claim that only (Malaysian) Muslims have the right to use the word Allah. However, the dogmatic assertions (notwithstanding the ‘scholarly garb’) from Muslim scholars in the current flare-up suggest that they have either chosen to ignore the evidence or are simple unable to follow … Continue reading “Collated Resources: Christians from pre-Islam Arab Christians to Bumiputera Christians have the Right to Use Allah”

Christians have offered well-documented evidence and cogent arguments to refute the claim that only (Malaysian) Muslims have the right to use the word Allah. However, the dogmatic assertions (notwithstanding the ‘scholarly garb’) from Muslim scholars in the current flare-up suggest that they have either chosen to ignore the evidence or are simple unable to follow an argument outside their logical Procrustean bed. Undoubtedly, their closed mindedness arises because they learned how to use Arabic without reflecting, much less analyzing the linguistic determinants behind Arabic.

I would like to invite readers who are new to the controversy to read some of my early articles given in the list below: Continue reading “Collated Resources: Christians from pre-Islam Arab Christians to Bumiputera Christians have the Right to Use Allah”